talking, laughing, posting, sharing …

Superdad in Famous

Mengasuh anak sejatinya dilakukan oleh kedua orangtua. Namun makin besarnya angka perceraian dan perpisahan membuat fenomena orangtua tunggal menjadi hal yang lumrah.

 fatherhood-w

Dua puluh tahun lalu, fenomena orang tua tunggal alias single parent di Jakarta mungkin masih belum mencuat. Namun saat ini jumlah pasangan yang berpisah di Indonesia setiap tahun terus bertambah hingga pernah mencapai 200 ribu orang. Jumlah ini tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Imbasnya tentu saja terjadinya peralihan hak asuh anak, sebelum bercerai diasuh berdua, setelah bercerai hak asuhnya akan jatuh ke salah satu pihak yang dianggap mampu. Nah, soal hak asuh anak ini biasanya diberikan kepada sang ibu.

 

Fenomena single mom mungkin bukan barang baru di setiap kultur masyarakat. Akan tetapi di Indonesia dan Jakarta pada khususnya, menjadi orang tua tunggal di pihak laki-laki kini mulai marak bermunculan. Karena berbagai alasan, suami single dituntut untuk bisa berperan sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya. Mereka mengantar ke sekolah, mengambil raport anak, mengajaknya ke taman bermain hingga membeli segala keperluan si anak. Memang bukan pekerjaan mudah tapi banyak juga pria-pria modern yang melakukan hal itu. Superdad, kita juluki saja mereka seperti itu. Setuju?

 

Suatu hari, saat saya sedang iseng membunuh waktu di sebuah pusat perbelanjaan, mata ini secara tak sengaja membaca tulisan unik di kaus seorang anak perempuan berusia sekitar tiga tahun. “My Dad Cooler Than Yours”, sambil senyum-senyum saya perhatikan anak itu. Dia tampak bahagia bercanda dengan ayahnya, sesekali dia digendong dan tertawa lepas. Sang ayahpun terlihat masih muda, mungkin di permulaaan usia 30, penampilan seperti kebanyakan ayah muda pada umumnya, santai dengan sandal kulitnya, mengenakan blue jeans dipadu polo shirt. Kasual.

 

Dia mungkin saja bukan Superdad, mungkin juga bukan single parent. Mungkin saja dia hanya menghabiskan waktu di mall bersama anaknya sementara sang istri berada di rumah atau bekerja. Entahlah, saya juga tidak tahu. Tapi yang menarik bagi saya dari pemandangan ayah dan anak itu adalah kefasihan sang ayah meladeni permintaan si buah hatinya. Mulai dari membujuk si anak yang menangis minta dibelikan panganan,  menggendong dan mengajaknya bercanda sampai mengantarnya ke kamar kecil.    

 

Jika dulu para pria dituntut untuk tampil macho dan gagah, kini sepertinya hal itu telah lewat. Para pria, para ayah pada khususnya pun mulai paham bagaimana cara mengambil hati anak-anaknya. Mereka tahu apa yang harus dilakukan jika sang anak mulai rewel. Mereka tahu bagaimana membuat mereka tertawa, merasa nyaman dan menjelma menjadi sahabat terbaiknya. Tidak sedikit juga ayah yang pandai memasak, berbenah ruangan sampai bebagai pekerjaan rumah yang sejatinya dilakukan kaum ibu. Hal itu tidak lagi menjadi teritori sang ibu untuk membesarkan anak dan mengurus rumah tangga. Ya, ayah masa kini memang serasa tidak lengkap tanpa kemampuan-kemampuan tersebut. Rasanya justru jadi aneh kalau melihat ayah tidak punya kedekatan emosional dengan anak-anaknya.

 

Bagi beberapa publik figur, menjalankan peran sebagai ayah sekaligus ibu bagi anak-anak mereka bukan hal yang sulit. Mereka melakoninya bukan sebagai kewajiban dan gengsi namun dengan penuh kasih pada buah hatinya. Tidak ada perasaan canggung dan malu untuk menjadi sahabat terbaik anak-anaknya, menemani mereka bermain sampai membacakan cerita menjelang tidurnya. Mereka bangga menjadi pribadi terbaik yang menyaksikan anak-anaknya tumbuh dewasa.  

 

Kegagalan pernikahan dan perpisahan dengan istri tidak menjadi batu sandungan bagi para ayah ini untuk membesarkan buah hati. Justru hal itu yang menguatkan hati mereka untuk menjadi ayah terbaik bagi anak-anaknya. Meski beberapa diantaranya mengaku awalnya sangat canggung mengurusi sang buah hati namun lama kelamaan merekapun terbiasa. Ya, kini merekapun menjelma menjadi seorang ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Menjadi seorang ayah yang disukai dan diidolakan anak-anaknya. Menjadi seorang Superdad! (yuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: