talking, laughing, posting, sharing …

Bukti Sebuah Kekuatan Cinta

Anda percaya kekuatan cinta? Coba simak kutipan ini, “You will be doing anything for the one you love, except love them again.” Kutipan yang diambil dari film romantis Faithfull ini menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan cinta.

Kasih sayang atau cinta yang tumbuh dalam hati seorang pria dan wanita memang dahsyat. Kekuatan cinta sejati itu mampu membuat kedua insan tersebut bersatu dan tidak terpisahkan. Bahkan ketika maut memisahkan, perasaan cinta tersebut tidak akan pernah padam. Salah satu monument yang dibangun manusia dan merepresentasikan cinta sejati adalah Taj Mahal terletak di tepi sungai Yamuna daerah Agra, India.

Pada tahun 1631, penguasa India saat itu Shah Jahan berkabung karena kematian isteri ketiganya, Mumtaz Mahal, saat melahirkan anak mereka yang keempat belas. Rasa dukacita akibat kehilangan salah satu pendamping hidup yang sangat dicintainya membawa sang penguasa membangun sebuah monument atau lebih tepatnya istana untuk menguburkan dan sekaligus mengenang Mumtaz Mahal. Pembangunannya dimulai setahun setelah kematian sang istri dan selesai dua puluh dua tahun kemudian. Melibatkan ribuan pematung, pemahat serta seniman yang berjasa mengukir secara detail ornament interior dan eksteriornya. Bangunan ini dijadikan cagar budaya dunia oleh UNESCO di tahun 1983 berkat perpaduan kebudayaan Islam, Hindu dan Persia yang tercorak di sana.   

Mengapa kita kemudian mengenal bangunan ini sebagai lambang ataupun monumen cinta? Meski latar belakang pembangunannya masih belum jelas sampai sekarang, namun kisah romantis Shah Jahan dan Mumtaz Mahal menjadi sejarah paling kuat yang melatar belakangi pembangunan bangunan dengan tinggi sekitar 60 meter ini. Sebagai gambaran bagaimana mendalamnya rasa cinta Shah untuk mendiang istrinya ia mengerahkan ribuan gajah untuk mengangkut marmer putih dan berbagai material lainnya dari seluruh negeri. Untuk memenuhi kebutuhan batu pasirnya, didatangkan dari tambang di dekat Fatehour Sikri, lalu marmer putihnya dari Raja Jai Singh di Makrana, Rajasthan. Permata jasper berasal dari daerah Punjab, sedangkan permata jade dan kristal dibawa dari Tiongkok. Permata pirus dari Tibet, batu lapis Lazuli dari Afghanistan, batu safir dari Srilanka dan carnelian dari jazirah Arab. Ditaksir setidaknya ada 28 jenis batu permata yang digunakan sebagai penghias ornament dan interior Taj Mahal. 

Monumen romantis lain yang punya kisah cinta di balik pembangunannya adalah Boldt Castle di danau Ontario, Kanada. Danau ini unik karena punya julukan Thousand Island alias Pulau Seribu. Meski jumlah pulau yang tersebar di danau ini sekitar 200 buah saja namun nama Pulau Seribu sudah demikian mahfum dilafalkan turis dan masyarakat setempat. Alkisah hiduplah George Boldt seorang imigran dari Prusia di sekitar abad 19 dan menjalin cinta dengan seorang anak bangsawan di Amerika Serikat, bernama Louise. Karena latar belakangnya yang miskin cinta Boldt ditolak oleh orangtua si gadis. Namun mereka tetap menjalin cinta dan Louise memutuskan untuk menikah meski harus hidup sengsara di awal pernikahan mereka. Boldt tipikal lelaki pekerja keras dan tahu bagaimana mewujudkan mimpinya hingga suatu hari ia sukses sebagai seorang pengusaha dan mempunyai beberapa hotel. Ia kaya raya.

Boldt sangat mencintai istrinya dan berjanji akan membangunkan sebuah istana di danau Ontario. Louise yang sangat menyukai danau ini tidak pernah mengira janji suaminya bukan janji kosong belaka. Diam-diam Boldt mempekerjakan ratusan orang seniman dan tukang untuk membangun istana idaman bagi istrinya itu. Ia memilih sebuah pulau yang berbentuk hati di tengah danau untuk tempat istana cintanya itu. Siang malam mereka bekerja dan berharap dapat menyelesaikan istana itu tepat di hari Valentine, 14 Februari 1905. Namun sayang, sebelum istana itu selesai dibangun Louise meninggal dunia. Boldt yang sedih dan berkabung segera memerintahkan untuk menghentikan pembangunan istananya. Baginya hidup tidak lagi indah tanpa sang istri. Hingga berpuluh tahun istana yang setengah jadi itu terbengkalai. Akhirnya di tahun 1977 pemerintah Kanada merenovasinya dan menjadikannya sebagai salah satu objek wisata. Legenda cinta Boldt dan Louise pun selalu diceritakan oleh para pemandu wisata dan tempat itu kini menjadi salah satu lokasi bulan madu serta tempat pernikahan paling diminati di Kanada.

Nah, monumen terakhir yang paling megah dan menjadi simbol kesetiaan serta cinta yang tak kunjung sirna adalah jembatan Brooklyn Bridge di Amerika Serikat. Monumen megah yang menghubungkan dua kota Brooklyn dan Manhattan ini menjadi bukti kegigihan dan perjuangan pantang menyerah serta kesetiaan seorang istri pada sang suami. Adalah John August Roebling seorang arsitek yang hadir dengan rancangan jembatan gantung termegah tahun 1865 untuk menghubungkan dua kota penting itu. Rancangannya terdengar mustahil dan mengundang pesimis di kalangan banyak orang. Idenya baru menuai hasil empat tahun kemudian ketika presiden Ullysess Grant merestui dimulainya mega proyek tersebut. Satu-satunya orang yang mendukung ide gilanya adalah Washington Roebling, sang anak.

Singkat cerita John meninggal karena tetanus sebelum peletakan batu pertama. Proyek terancam gagal namun dengan tekad kuat dilanjutkan oleh sang anak. Ia percaya rancangan jembatan ini dapat diwujudkan dan telah matang secara teknis. Washington pun membujuk para pemodal untuk tetap menginvestasikan dananya lalu mulai membangun. Tiga tahun membangun terjadilah kecelakaan teknis yang menyebabkan Washington lumpuh total, mengalamai cacat fisik dan satu-satunya anggota tubuh yang bisa digerakkan hanya telunjuk jari tangan kanannya. Kembali, rencana pembangunan terancam gagal dan benyak mendapat sindiran untuk segera mengakhiri proyek mustahil itu.

Washington tidak patah arang. Ia tetap berkomunikasi dengan sang istri, Emily Warren Roebling dengan menggerak-gerakkan jari tangannya. Entah bagaimana, sang istri yang demikian mengasihi sang suami dapat mengerti setiap keinginannya meski hanya melalui bahasa isyarat. Dengan cara inilah kemudian Washington memerintahkan pengerjaan jembatan dilanjutkan. Emily yang cerdas segera mengambil inisiatif mempelajari matematika dan seni arsitektur untuk memperjelas instruksi sang suami. Dengan menggerak-gerakkan jari tangannya Washington menginstruksikan banyak hal pada Emily. Setiap hari selama 10 tahun ia melakukan itu. Emily pun melanjutkan apa yang dikatakan Washington kepada para insinyur dan pekerja sehingga mereka pun meneruskan pembangunan. Perlahan tapi pasti jembatan suspensi termegah di negara Paman Sam itu akhirnya berdiri kokoh dan selesai bulan Mei 1883!

Kesetiaan dan kecintaan Emily pada suaminya membawa monumen megah ini menjadi bukti sejarah cinta sehidup semati. Dalam suka dan duka, sehat dan sakit, Emily mendampingi sang suami dan mengerti setiap hal kebutuhan yang diperlukannya. Kisah cinta hebat yang melatar belakangi berdirinya jembatan ini kemudian diabadikan dalam sebuah monumen yang terletak di tower Brooklyn dan New York di jembatan tersebut. Kini terbukti, sejarah menceritakan bahwa cinta sejati punya kekuatan luar biasa dalam hidup manusia. The power of love. (yuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: