talking, laughing, posting, sharing …

Lumpur? Sepakbola? Yah, ternyata lapangan sepakbola berlumpur tidak hanya ada di Indonesia. Dunia bahkan sudah menggelar kejuaraan sepakbola lumpur!

——-

Bicara sepakbola tentu pikiran kita segera menuju negara-negara dengan liga sepakbola terbaik di jagat, sebut saja Inggris, Italia, Spanyol, Jerman dan Belanda. Negara-negara Eropa ini memang dikenal dengan kompetisi terbaik dan menyumbang pemain-pemain top kelas dunia. Salah satu faktor dasar yang membuat liga-liga Eropa menjadi enak ditonton adalah kondisi stadion dan lapangan rumputnya yang terawat. Sebagai contoh, Stadion Emirates di Ashburton Grove milik kesebelasan Arsenal dari Inggris. Lapangan dan stadion megah yang dibangun dengan biaya 430 juta pundsterling atau jika dikurskan dengan nilai rupiah saat ini jumlahnya sekitar 7,1 trilyun, hanya dimainkan untuk sepakbola maksimal tiga kali sepekan. Hal ini untuk menjaga rumput di lapangan tidak rusak.

Rumput yang rusak tentu membuat permukaan lapangan menjadi kasar, kering dan berpengaruh pada keindahan permainan. Pemain akan kesulitan mengumpan karena kontur lapangan yang “kurang sehat” itu. Contoh paling konkrit adalah rumput Stadion Gelora Bung Karno yang mengalami “stress” sesaat sebelum kedatangan klub Manchester United ke Jakarta bulan Juli 09 lalu. Rumput menjadi stress karena beberapa saat sebelumnya diinjak-injak oleh ratusan orang saat kampanye jelang pilpres. Rumput berubah warna menjadi kuning dan kehilangan kemampuannya memulihkan diri. Setelah mendapat perawatan dan isolasi, rumput di stadion kebanggana Indonesia itu akhirnya bisa pulih meski tim Setan Merah pun batal datang karena teror bom Mariot 2. 

Oke, saat ini kita tidak sedang membicarakan liga sepakbola Eropa dan segala kelebihannya. Kita akan bicara sepakbola namun sedikit keluar dari mainstream. Mud Soccer atau Swamp Soccer alias sepakbola lumpur telah menjadi pilihan olahraga ekstrim di Eropa. Belum jelas kapan permainan ini mulai dimaikan publik. Namun diperkirakan pertama diimainkan oleh sekelompok suporter di Inggris yang kecewa melihat tim kesayangannya kalah sekitar tahun 1990-an. Sebuah situs khusus olahraga ini menyatakan bahwa permainan sepakbola lumpur telah dimulai sejak medio tahun 1990 di Finlandia dan hingga kini telah mempunyai kejuaraan dunia sendiri di daratan Eropa hingga ke Asia.

Sepakbola lumpur seperti namanya dimainkan di lapangan berlumpur, atau lebih tepatnya disebut dengan kubangan lumpur dan menggunakan bola sepak pada umumnya. Kesulitannya jelas lebih menantang dibandingkan sepakbola biasa. Sepakbola lumpur dimainkan oleh enam orang pemain setiap timnya dengan jumlah pemain pengganti tidak terbatas. Olahraga ini jelas membakar lebih banyak kalori dan membuat pemainnya lebih cepat lelah. Namun karena unsur fun dalam olahraga ini membuat rasa capek dan lelah tidak dihiraukan.

Beberapa literatur bebas mengatakan bahawa bermain bola di lumpur telah dilakukan oleh angkatan darat Inggris untuk melatih stamina para prajuritnya. Sementara beberapa perkumpulan olahraga ski es di Finlandia juga melatih kekuatan dan stamina fisik anggotanya di lapangan berlumpur menjelang dimulainya musim dingin. Tingkat kesulitan dan kekuatan fisik sepakbola lumpur bahkan lebih berat daripada sepakbola pantai yang dimainkan di lahan berpasir.

“Lumpur membuat anda sulit bergerak dan itu membutuhkan tenaga ekstra. Permainan ini tetap berbahaya dan rentan cedera meski saat dimainkannya cukup menyenangkan,” ujar Jyrki Vaananen sang penggagas olahraga ini dari Finlandia.

Beberapa negara di Asia yang menggelar turnamen rutin sepakbola lumpur adalah Jepang, China dan Korea. Sementara itu Inggris, Skotlandia, Finlandia, Islandia, Belanda hingga Jerman juga telah memainkan olahraga ini. Diperkirakan ada sekitar 260 tim sepakbola lumpur di dunia saat ini. Sebuah asosiasi berkelas internasional juga telah didirikan dengan nama Swamp Soccer Association dan bertanggung jawab menggelar kejuaraan dunia setiap tahunnya pada setiap musim panas atau sekitar bulan Juli-Agustus. (yuk)

 BOX

The Game  

Swamp soccer membagi tim menjadi tiga, tim putra, putri dan tim campuran. Tim campuran harus diisi oleh sedikitnya dua pemain wanita setiap gamenya. Olahraga ini dimainkan di lapangan berlumpur berukuran 60 m x 35 m. Sementara tidak ada aturan off side seperti di sepakbola lapangan. Peraturan kick off, throw in, sepak pojok dan tendangan bebas dilakukan dengan mengangkat bola dengan tangan untuk kemudian ditendang secara tidak langsung ke arah gawang lawan. Uniknya, setiap tim boleh memakai pakaian yang dianggap mereka paling nyaman, sehingga banyak yang datang ke lapangan dengan mengenakan jas, atau seragam polisi, petugas rumah sakit hingga seragam rugby. Intinya mereka harus mengenakan pakaian atas yang sama dalam satu tim sementara celana atau bawahannya boleh berwarna bebas.

The Best Name

Beberapa nama klub sepakbola lumpur yang terkenal adalah Swampdoria (Skotlandia), Real Mudrid (Spanyol), Mudchester United (Inggris) dan Dirtdee United (Skotlandia). Kejuaraan dunia berlangsung setiap bulan Juli atau setiap musim panas dan telah berlangsung sejak tahun 2000, digelar bergantian di Inggris dan Skotlandia.

Comments on: "Swamp Soccer (Main bola kok di lumpur..??)" (1)

  1. saliddewapb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: