talking, laughing, posting, sharing …

Miss Technology

Teknologi diciptakan untuk membuat hidup kita lebih mudah. Namun teknologi yang di salah gunakan juga bisa membuat hidup kita menjadi tidak mudah!

Kita tidak bicara kontes ratu-ratuan yang menyematkan gelas Miss kepada pemenangnya. Miss Technology yang dimaksudkan di sini adalah penyalahgunaan kecanggihan teknologi untuk tujuan yang negatif. Untuk membatasinya kita tidak akan bicara panjang lebar mengenai cyber crime tingkat tinggi seperti sabotase dan penyusupan ke situs-situs tertentu, membajak web site atau sejenisnya. Pembahasan kali ini lebih ditekankan pada “perselingkuhan via internet” yang gejalanya semakin marak seiring semakin mudahnya akses nirkabel di Indonesia.

Suatu siang di awal bulan Mei lalu, seorang rekan yang menemani saya duduk di café tersenyum mendapati sebuah pesan singkat di ponselnya. “Saya sedang show. Kangen nih.” Demikian bunyi pesan tersebut. Dengan sigap kawan saya segera menyalakan notebooknya, mengakses internet dan menyuguhkan webcam dari wanita pujaannya yang sedang “show” meliuk-liukkan tubuhnya yang nyaris bugil di hadapan kamera. “Keren gak? Gue kenal dia awalnya dari chat terus berlanjut ke personal cam. Kemarin gue ketemuan, makan siang terus lanjut bobo-bobo siang sebentar di daerah Cikini,” ujar teman saya tanpa sungkan. Saya hanya geleng-geleng kepala melihatnya …

Di Australia, Inggris dan Amerika Serikat sekitar tahun 2005 lalu sempat marak fenomena “sexting” yang secara harafiah diambil dari kata sex dan texting alias mengirim pesan via SMS. Namun fenomena itu tidak diartikan secara harafiah saja, saling mengirimkan gambar seronok dan adegan orang bersenggama pada lawan jenis juga termasuk kategori ini. Pemerintah kota Pensylvania bahkan mengklaim pengaruh sexting sudah mempengaruhi anak di bawah usia 17 tahun setelah melakukan survey pada penduduknya. Hasil survey mereka signifikan dengan meningkatnya kasus fedophilia yang menimpa anak di bawah umur yang terjadi di sana. Bermula dari saling ber sexting namun tanpa disadari mereka justru menjadi korban tindak kekerasan seksual dan penyimpangan seks oleh kaum fedophilia. Sungguh mengkhawatirkan!

Dengan semakin mudah dan canggihnya akses internet di negara berkembang seperti Indonesia, kemungkinan terjadinya fenomena-fenomena “perselingkuhan” dengan basis teknologi semakin terbuka lebar. Demam Blackberry (BB) yang melanda negara kita juga bisa menjadi pintu gerbang dimulainya hal tersebut apalagi mengingat jumlah pengguna ponsel pintar dari Kanada tersebut terus meningkat. Diperkirakan sampai akhir tahun 2009 nanti pengguna BB di Indonesia akan menembus angka 1 juta pelanggan, sebuah angka yang fantastis mengingat penetrasinya baru dimulai sekitar satu setengah tahun belakangan.

Berbagai kemajuan di bidang teknologi memang ibarat pedang bermata dua. Bila digunakan sesuai fungsinya maka akan mendatangkan manfaat. Sebaliknya jika digunakan di tangan yang salah tentu mendatangkan mudharat.

Perselingkuhan memang masuk area privat seseorang. Ranah ini menjadi terlalu riskan untuk dicampuri oleh hukum konvensional. Namun sejatinya masih ada sebuah hukum yang dapat mencegah hal itu. Norma. Meski saat ini kata norma sudah tidak popular namun harus diakui keberadaannya tetap ada di dalam khasanah kehidupan khususnya masyarakat Timur seperti Indonesia. Jika kemudian norma tidak nyaring terdengar dan tajinya hampir hilang, itu semua dipastikan karena kita tidak lagi menggubrisnya alias secara sadar menyingkirkannya dari kehidupan karena menganggapnya sudah usang.

Bagaimanapun, kemajuan teknologi harus diiringi dengan kemajuan pola pikir, yang pada akhirnya membawa pada manusia yang berbudaya. Kemajuan teknologi juga sejatinya diiringi dengan semakin besarnya rasa tanggung jawab setiap insan sehingga mampu menggunakan teknologi tersebut secara arif dan tepat guna. (yuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: