talking, laughing, posting, sharing …

Tidak banyak orang yang tahu kalau Hanung Bramantyo akan menitikkan air mata saat mendengar lagu Indonesia Raya. Carut marut bangsa ini, Hanung tetap mencintainya sebagai tumpah darahnya.

Sineas ini terkesan santai saja menjalani kehidupan. Santer digosipkan berhubungan dekat dengan seorang aktris muda (saat artikel ini naik cetak, hubungannya dengan Zaskia memang tengah disorot media), Hanung menanggapi dengan cuek berita tersebut. Ia tetap beraktivitas normal sehari-hari, tanpa pernah merasa terganggu sedikitpun. Dengan kritis ia bahkan menanggapi berbagai situasi dan keadaan aktual yang menjadi polemik di masyarakat saat ini. Sebagai seorang sineas, Hanung melihat banyak hal yang bisa dipelajari dari masyarakat. Hal tentang kehidupan, tentang kebijaksanaan dan tentu saja tentang menjadi seseorang yang berarti dalam hidup.

Di mata Hanung, masyarakat kadang terjebak dalam berbagai permasalahan yang dianggapnya kurang esensial. Seperti masalah pro dan kontra UU Pornografi beberapa bulan belakangan, Hanung melihatnya sebagai perdebatan yang tidak akan pernah berakhir. “UU Pornografi untuk membina moral bangsa? Itu salah alamat. Moral tidak akan pernah dibentuk dengan produk Undang Undang semacam ini. Memperbaiki moral menurut saya harus dengan pendidikan, harus ada komitmen dari banyak pihak, misalnya mengalokasikan anggaran negara lebih banyak untuk pendidikan sehingga didapat pendidikan yang berkualitas,” terang Hanung bersemangat.

Hanung dan Pergaulan

Bergaul bagi Hanung adalah salah satu cara mencari inspirasi dan ide seninya. Ia terkadang memahami apa yang tidak dipahami oleh “orang-orang film” saat berkumpul bersama teman-temannya. Dari sudut pandang awam, Hanung merasa tersentak ketika mendengar berbagai pengakuan dan komentar seputar film-film yang beredar di masyarakat. “Kalau saya bicara film dengan orang film, maka film itu akan kembali ke film bukan ke masyarakat. Artinya, orang film biasanya membahas masalah teknis dan tidak akan tahu bagaimana reaksi penonton. Misalnya, kita tidak tahu suatu film itu membosankan atau tidak dari segi cerita. Buat saya ini penting sebab bisa menjadi ukuran dan masukan tentang film yang bersangkutan.”

Karena itulah Hanung kini kerap menghabiskan waktu bersama teman-temannya yang notabene adalah teman di luar dunia film. Jangan kaget jika suatu hari Anda menjumpainya sedang santai duduk di café sambil mengobrol dengan anak-anak muda, atau kemudian di lain kesempatan Anda menyaksikannya sedang mengantri tiket untuk menonton bioskop bersama serombongan anak muda. Ya, ia serasa menemukan oase dengan lingkungannya sekarang. Sejak beberapa waktu lalu, Hanung mengaku sering kongkow dengan anak-anak muda di daerah Dharmawangsa, Kebayoran Baru. “Teman-temanku ini ya seperti kebanyakan orang lah, memang kebanyakan anak muda, tapi aku suka jalan dengan mereka karena membuatku fresh.”

“Dulu aku selalu bergaul dengan kalangan yang seprofesi dan se hobby denganku. Karena basicnya di dunia teater semasa kuliah, maka teman-temanku adalah orang-orang di lingkungan itu. Mulai bangun tidur ngomongin soal teater, filsafat dan kebudayaan, sampai mau tidur malam pun kami selalu berbincang dan membahas berbagai hal yang berhubungan dengan itu. Sepindahnya ke Jakarta, teman-temanku ya tetap seperti itu di IKJ.” 

Punya obsesi yang belum tercapai?

Salah satu konsentrasi dan kepedulianku pada film nasional adalah soal sumber daya manusia (SDM) yang baik. Jadi sekarang saya sedang memantapkan untuk membuat sekolah film, berawal dari sebuah workshop dan diharapkan nantinya bisa menjadi tempat mencetak orang-orang film. SDM dalam sebuah industri film itu penting. Menurutku saat ini belum cukup penulis skenario, sutradara dan pemain yang berbakat di sini. Nantinya sekolah ini diharapkan bisa mencetak pemain film yang tidak hanya menjual kecantikan ragawi tapi juga ada isi di dalam kepalanya, kemudian mencetak sutradara yang tidak hanya punya gagasan bagus, tapi juga sutradara yang memahami betul sebuah sistem produksi yang super ketat dan bisa berkolaborasi dengan produser. Kemudian kita juga perlu penulis skenario yang bisa menuangkan gagasannya dalam bentuk sistematis skenario yang efisien. Untuk urusan penulis skenario ini aku menyerahkan pada Salman Aristo, itu biar jadi PR nya dia. Konsentrasiku adalah mencetak pemain, karena basicnya akupun seorang pemain teater.

Apa yang sedang dikerjakan sekarang?

Menyiapkan untuk syuting film Ahmad Dahlan. Rencana saya baru mau mulai syuting tahun 2009. Saya juga sedang menggodok sebuah novel lokal yang akan diangkat ke layar lebar. Tapi saya belum bisa bilang siapa penulisnya dan apa judul novelnya, bisa heboh nanti. Sekedar clue, novel ini sudah besar duluan jadi membuatnya ke layar kaca harus penuh perhitungan. Lucunya, novel ini malah sudah ada skenarionya jadi bisa saja mulai syuting duluan ketimbang Ahmad Dahlan.

Boleh tahu apa yang menjadi pertimbangan untuk menyutradarai sebuah film?

Saya sekarang sebenarnya sedang dalam tahap berpikir panjang untuk menyutradarai sebuah film. Kalau dulu saya anggap semua film penting. Kalau sekarang saya akan bertanya kepada diri saya sendiri, apa pentingnya membuat film ini? Untuk siapa saya membuat fil ini? Saya harus bisa menjawab hal itu. Misalnya ada orang yang menawari saya membuat film remaja, maka saya harus bisa menjawab pertanyaan di atas. Bukan berarti saya menisbikan film-film bertema remaja, hanya saja tema remaja seperti apa yang pas ditampilkan.

Anda ingin orang mengenal film buatan Anda seperti apa?

Paling tidak saya berharap film saya bisa memberikan inspirasi bagi penonton. Mungkin ini terlalu obsesif ya, tapi makan inspirasi itu tidak kemudian diartikan secara harafiah. Tapi paling tidak mengingatkan kembali penonton akan tema yang diangkat di sana. Film yang bagus adalah sebuah film yang mampu membawa penonton melakukan proses identifikasi karakter, bercermin atau melihat dirinya sendiri dalam film itu. Selama tidak ada proses identifikasi itu maka tidak ada komunikasi antara film dengan penonton.  

Memikirkan komersialisme saat membuat film?

Ya. Menurut saya semua film harus komersil. Karena apa? Film dibuat dengan dana lebih dari 3 milyar. Ini sebuah produk yang besar. Uang sebanyak itu kalau digunakan untuk menyantuni anak yatim maka hasilnya akan luar biasa berarti. Ini uang sebanyak itu dipercayakan pada seorang Hanung Bramantyo, dan kalau tidak menguntungkan maka itu suatu dosa besar. Film itu harus menimbulkan dampak secara ekonomi. 

Siapa tokoh yang ingin Anda ajak berkolaborasi?

Saya ingin bekerjasama dengan Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo dan Christine Hakim dalam satu film sekaligus. Mereka adalah idola-idola saya.

Hanung dan Filosofi

Buat Hanung, hidup itu harus berarti bagi orang lain. Tanpa perlu banyak bicara seseorang harus membuktikan karya dan upayanya bermanfaat bagi sekitar. Ada tiga sosok yang dianggapnya berarti dalam hidup dan layak diteladani. ”Nabi Muhammad, Mahatma Gandhi dan Ibu saya sendiri. Dimata saya ketiga orang inilah contoh yang tepat untuk menggambarkan perjuangan sejati. Sosok Nabi saya anggap luar biasa. Dia buta huruf tapi harus menyampaikan pesan kepada banyak orang. Kalau dia bukan orang luar biasa maka hal itu sulit dilakukan. Sosok kedua Gandhi, dia menjadi penting karena mampu menggugah nasionalsime bangsanya dengan perbuatan. Gandhi bukan orator hebat, dia hanya berkarya, bekerja dan berbuat sesuatu untuk lingkungannya. Sementara Ibu saya juga manusia hebat. Dia berjuang melawan tekanan karena berasal dari keturunan China yang masuk ke keluarga Jawa. Dia mendidik saya dengan kemandirian. Dia tidak pernah meminta apapun. Dia hanya berkarya.”

Ambisi pribadi apa?

Hmm, menikah, punya rumah tangga yang baik. Intinya sih pingin punya kehidupan yang lebih baik. Buat saya keluarga adalah blessing. Saya mensyukuri keadaan saya sekarang ini karena keadaan keluarga saya baik. Ayah dan Ibu saya meskipun kadang sering tidak mensupport tapi itulah proses dinamika dan dialektika anatara orang tua dan anak. Keluarga adalah tempat pembentukan karakter anak oleh karena itu saya ingin membangunnya ke arah sana dengan pasangan yang layak mendampingi saya.

Anda mendeskripsikan diri seperti apa?

Saya adalah orang yang sangat mencintai Tanah Air saya. Mungkin saya adalah orang terakhir yang menangis saat mendengar lagu Indonesia Raya. Saya bergetar dan selalu menangis saat mendengar lagu itu. Serusak-rusaknya negeri ini, inilah Tanah Air saya.

Makna kehidupan dalam pandangan Anda?

Hidup itu adalah sebuah penantian menuju kematian, – menunggu sesuatu yang tidak pasti. Sambil menunggu kereta lewat mari kita lakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan. Mumpung kamu menunggu sesuatu yang tidak pasti maka lakukanlah perbuatan yang bermanfaat untuk diri kita dan orang lain.

Penderitaan di mata Anda?

Penderitaan itu adalah guru sekaligus musuh terbaik dalam hidup. Penderitaan membuat hati kita kebal, tidak mudah jatuh dalam kemanjaan.

Punya pengalaman yang bisa dibagi soal hal itu?

Penderitaan terberatku adalah ketika aku jatuh dalam jurang egoisme yang mengakibatkan aku kesepian karena ditinggal orang-orang tercinta.

Sukses bagi seorang Hanung Bramantyo?

Tujuan hidup saya bukan untuk nama saya dikenal di seluruh dunia. Tujuan hidup saya adalah saya ingin hidup saya berarti buat keluarga saya, mantan istri saya dan istri saya nanti. Ketika saya sudah berarti untuk mereka kemungkinan juga saya sudah berarti bagi orang lain. Ini pemikiran yang saya balik. Intinya saya senang kalau orang lain senang. Jika orang sukses karena saya, jika orang berhasil karena saya, maka saya merasa berarti. Saya tidak merasa tersaingi ketika ada sutradara muda yang sukses dengan filmnya. Buat saya hal itu juga pernah saya alami. (yuk)

QUOTATION

“Saya adalah orang yang sangat mencintai Tanah Air saya. Mungkin saya adalah orang terakhir yang menangis saat mendengar lagu Indonesia Raya”

 

“Penderitaan terberatku adalah ketika aku jatuh dalam jurang egoisme yang mengakibatkan aku kesepian karena ditinggal orang-orang tercinta”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: