talking, laughing, posting, sharing …

Meneruskan postingan terdahulu. Masih bicara soal lambung dan sekitarnya. Semoga bermanfaat …

UMPAN LAMBUNG 6

Jahe (Zingiber officinale) bukan hanya populer sebagai bumbu masakan, tetapi juga tanaman obat yang telah dimanfaatkan manusia selama ribuan tahun. Sampai sekarang Jahe masih digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk mengatasi mual dan gangguan pencernaan. Jahe mengandung sejumlah zat gizi seperti vitamin A, B1, C, Asam-asam amino, dan sebagainya. Unsur-unsur berkhasiat obat yang juga memberikan rasa tajam/kuat pada jahe adalah minyak – minyak asiri, gingerol, dan shogaol. Jahe terbukti dapat melindungi sistem pencernaan dengan menurunkan keasaman lambung (menaikkan pH-nya), menurunkan sekresi asam lambung tetapi meningkatkan aktivitas enzim pencernaan.

Jahe dapat diseduh dan diminum seperti teh, tiga kali sehari atau jika diperlukan setiap empat jam sekali. Teh jahe juga baik untuk meredakan reaksi tak nyaman akibatnya batuk atau flu. Untuk stamina bisa juga mengkonsumsi jahe dengan sesendok makan madu murni.

UMPAN LAMBUNG 7

Bagi Anda penggemar minuman bersoda, sebaiknya mulai menggati kebiasaan mengkonsumsi minuman tersebut. Konsumsi soda yang berlebihan bisa mengakibatkan kinerja lambung terganggu. Mengurangi atau menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, coklat, juga mint. Bahkan kopi yang tidak mengandung kafein (decaf) pun dapat meningkatkan produksi asam lambung. Mulai sekarang sebaiknya banyak mengkonsumsi air putih (mineral), bagi penderita gangguan lambung, mengkonsumsi air putih hangat sesaat setelah bangun tidur secara klinis mampu mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan.

Teh hijau juga secara klinis terbukti mampu mencegah produksi asam lambung dan bakteri berkembang biak. Banyak mengkonsumsi bawang Bombay dan daun seledri juga disarankan bagi mereka yang bermasalah dengan gangguan pencernaan dan lambung.

UMPAN LAMBUNG 8

Suatu obat yang umumnya digunakan untuk penanganan kasus tukak lambung ternyata efektif mencegah terjadinya perdarahan postpartum yang berat khusunya bagi wanita yang tinggal di daerah miskin. Temuan ini diharapkan dapat digunakan untuk melindungi ribuan ibu dari kematian akibat proses persalinan, hasil laporan British Medical Journal. Penelitian dilakukan di India untuk obat bermerk misoprostol, dan hasilnya terbukti dapat menekan terjadinya perdarahan dalam proses persalinan hingga 50%. Perkiraan angka kematian ibu di India adalah 407 per 100.000 persalinan, dan kematian akibat perdarahan postpartum sebesar 30%.

Dalam penelitian tersebut melibatkan 1.620 wanita di perkampungan India. Setengah dari mereka mendapatkan obat tersebut, sedangkan setengahnya lagi mendapatkan plasebo. Ini menjadi alternatif bagi kasus-kasus pendrahan akibat melahirkan di daerah terpencil.

UMPAN LAMBUNG 9

AS terus menggalakkan makanan sehat bagi para warganya. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa 30 persen dari penduduk dewasa di negara Paman Sam menderita obesitas. Faktor utama mereka adalah mengkonsumsi makanan cepat saji, kurang berolahraga dan faktor keturunan. Dalam penelitian di kota Missouri, Arkansas dan Tennessee sepanjang Juli sampai Desember 2005 dan dirilis bulan Desember 2008 mengungkapkan akses masyarakat akan sayuran segar dan buah-buahan kurang terpenuhi. Itu sebabnya mereka mulai mengkonsumsi makanan cepat saji dan secara langsung berdampak pada salahnya pola makan.

Para relawan diambil dari 12 komunitas masyarakat yang dipilih secara acak di kota-kota tersebut. Melibatkan hampir 1.208 responden dari berbagai profesi, tingkatan usia dan gender. Makanan cepat saji selain mengandung lemak berlebih juga meningkatkan resiko kanker bagi orang yang mengkonsumsinya secara berlebihan.

UMPAN LAMBUNG 10

Jamu merupakan ramuan tradisional yang sangat umum ditemukan di Indonesia, yang digunakan baik sebagai tambahan/ suplemen sehari-hari maupun sebagai “obat” untuk berbagai macam penyakit. Khusus bagi.golongan masyarakat menengah bawah, jamu masih kerap menjadi pilihan pertama untuk mengatasi gangguan kesehatan sehari-hari. Tidak semua jamu-jamuan di Indonesia masuk ke dalam daftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Jamu gendong, misalnya, yang pembuatannya dilakukan langsung oleh si penjual jamu dengan ilmu yang turun-temurun. Akan tetapi, banyak pula jamu-jamuan yang masuk ke dalam daftar Ba­dan POM dan Depkes serta memiliki nomor registrasi resmi.

Sayangnya, ada juga jamu-jamuan yang pada bungkus luarnya tertera nomor registrasi Badan POM dan Depkes, tetapi ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut palsu. Padahal, masyarakat sulit untuk mengecek apakah nomor Badan POM tersebut asli atau karangan belaka. Inilah yang membahayakan sebab kita tidak pernah tahu apa saja bahan-bahan yang terkandung dalam jamu-jamuan tersebut. Bebrapa bahan keras yang terdeteksi dalam jamu tradisional antara lain, fenibutason, metampiron, CTM, piroksikam, deksametason, allupurinol, sildenafii sitrat, sibutramin hidroklorida, dan parasetamol. Bahan ini sangat berbahaya bagi lambung karena dapat melukai dinding lambung, jadi sebaiknya muklai berhati-hati dalam mengkonsumsi jamu-jamuan tradisional. (yuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: