talking, laughing, posting, sharing …

Besar di tengah lingkungan keluarga yang mendalami seni musik keroncong membawa Ika Putri menjadi penikmat kesenian khas yang identik dengan Jawa Timur tersebut. Satu lagi, selain menggemari keroncong, Ika juga seksi luar dalam!

ika memang penggemar keroncong yang seksi

Nama lengkapnya Ika Putri Widyaningtyas, tapi kita cukup panggil dara seksi kelahiran Surabaya tahun 1986 ini dengan nama Ika Putri! Di balik tubuh mungilnya tersembunyi talenta yang luar biasa, Ika saat ini memang sedang serius mengembangkan karirnya di dunia tarik suara dengan launching album barunya, IkaPutri. Bakatnya diturunkan oleh kedua orang tuanya Bambang Harjo dan Erline Yuliani yang juga pencinta musik sejati. Ika beruntung dikaruniai suara yang merdu, plus tubuh yang seksi!

Jangan bayangkan suara Ika yang mendayu-dayu seperti alunan irama keroncong saat bernyanyi. Sebaliknya, suara Ika sangat berat dan nge pop. Penyuka aktris Kate Hudson ini memang terinspirasi oleh musik-musik pop rock semasa remaja. Bakat seninya pun terasah dengan banyak mengikuti kompetisi model di Surabaya, kota kelahirannya. Tidak heran mahasiswi Universitas Airlangga angkatan 2005 jurusan Komunikasi ini luwes bergaya di depan kamera. Pengagum Reza Artamevia dan Siti Nurhaliza ini pun kelak bercita-cita bisa eksis di dunia seni peran. Ia baru saja didaulat bermain dalam film layar lebar Basahhh produksi Starvision. Berperan seksi di film perdana tidak membuatnya risih. Ika mengaku mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya termasuk keluarga. Simak obrolan hangat kami bersama Ika Putri yang siang itu tampil seksi.

Mengapa memutuskan terjun ke dunia tarik suara?

Bermusik dan nyanyi diawali dari rasa suka. Ika berpikir pada akhirnya bernyanyi adalah suatu kenikmatan dan hal yang Ika suka. Tidak harus memikirkan harus membuat album yang terkenal atau harus menjadi populer dan sebagainya. Jika pada akhirnya hal itu tercapai ya dianggap sebagai sebuah bonus.    

Ada kesulitan saat memulainya?

Kesulitannya banyak. Mungkin karena banyak orang melihat Ika berasal dari daerah ya. Padahal Ika dulu pernah punya album juga. Album pertama dirilis tahun 2001, Ika Putri Pelangi Yang Hilang. Album itu adalah hadiah dari promotor Ika yang membawa ke Shanghai Asia Music Festival tahun 2001. Album itu sempat masuk nominasi Album Pendatang Baru Terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2002.

Bisa diceritakan sedikit pengalaman mengikuti festival tersebut?

Ika berangkat bersama seorang penyanyi lain namanya, Ajeng. Wah perasaannya senang, gugup, campur aduk deh. Soalnya sebelum berangkat ke sana kan kita harus bersaing dengan banyak penyanyi kayak Alda Risma, Rita Efendie, Andien dan sebagainya. Dan saat itu prestasi Indonesia hanya mentok di peringkat ketiga, baru pada saat Ika dan Ajeng ke sana prestasinya bisa naik lagi. Alhamdulilah Ika bisa juara dua dan di nomor solo Ajeng mendapat penghargaan sebagai The Most Outstanding Potential Artist. Persiapan saya sampai cuti sekolah selama satu bulan dan berlatih di Jakarta. Sampai di China juga harus berjuang melawan suhu dingin sekitar 7-12 derajat Celcius. Pengalaman yang tidak bisa Ika lupakan deh.

 

ika putri

Ika kembali mencetak hits saat menjadi penyanyi untuk album soundtrack film layar lebar Virgin (2004). Saat itu Ika mengaku belajar dari album pertamanya yang gagal menembus pasaran. Nama Ika pun  mulai diperhitungkan setelah film tersebut booming. Meski demikan Ika memilih untuk berhenti sejenak dari kesibukan tarik suara dan berkonsenterasi di bangku study.

Album ketiga ini, apa yang mau kamu tawarkan ?

Musiknya tetap pop, hanya saja lebih easy listening dari yang kemarin. Ika juga menyanyi dengan lebih baik, setelah belajar dari album-album terdahulu. Ika seneng sama musik yang simple. Suatu hari ingin sih punya album akustik, semoga bisa dicapai suatu hari.

Setelah menyanyi, apa lagi yang ingin kamu capai?        

Saat ini Ika memang sedang berusaha menyelesaikan kuliah. Ika tertarik dengan bidang komunikasi karena range pekerjaannya luas sekali. Sehingga kalau nanti sudah tidak nyanyi Ika bisa tetap eksis kerja di kantoran, sebagai PR atau di advertising. Kebetulan di kampus Ika tidak ada penjurusan khusus sehingga semua ilmu bisa didapat oleh mahasiswanya. 

Masih tertarik ikut lomba nyanyi internasional?

Iya, Ika masih penasaran untuk bisa ikut event nyanyi tingkat internasional. Hal itu kan sebagai tolok ukur untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan kita. Selain itu juga sekalian jalan-jalan kan? Hahaha. Tapi di samping itu semua, ini idealisme Ika sendiri ya bahwa Ika ingin bisa bernyanyi dengan bagus. Ajang lomba internasional Ika rasa bisa dijadikan tempat berlatih yang kompetitif. 

Ceritakan soal film pertama kamu dong?

Oke. Film Basahhh ini Ika kebagian peran yang cukup seru. Sebagai Naila salah satu angota dari Geng Seksi, penggambaran dalam film pun aku harus seperti itu, seksi, berkaki jenjang, berdada bagus dan sebagainya. Film ini sebenarnya bercerita tentang mimpi basah yang biasanya dialami oleh anak laki-laki di usia remaja. Tapi hal ini tidak mengumbar hal itu saja loh, sebenernya pesan dan sex education di dalamnya lebih kuat.

Tidak risih berpenampilan seksi? 

Tidak. Kalau Ika sih memang memahami dulu kapan harus berpakaian seksi dan dimana tempatnya. Di film Basahhh itu Ika berpakaian two piece tapi mengambil setting di pantai sedang bermain volley beach. Jadi menurut Ika itu berpakaian yang tepat di tempat yang tepat. Lagipula kan genre film itu adalah komedi seksi jadi Ika rasa wajar-wajar saja untuk berpakaian seperti itu, asalkan jangan bikini. Orang tua juga sudah tahu dan tidak masalah.

Kriteria pria seksi di mata kamu seperti apa?

Seksi tidak melulu dilihat dari bentuk badannya. Yang terpenting dia bisa membuat Ika nyaman, kebanyakan sih cowok seperti itu tipenya pendiam atau tidak terlalu banyak bicara. Satu lagi, Ika suka cowok yang punya sorot mata tajam dan bikin penasaran. Ika tidak suka cowok bule. Kalau harus disuruh melihat kriteria badan, Ika suka cowok yang kulitnya tidak terlalu putih dan badannya harus lebih tinggi dari Ika, itu saja.

Kalau kamu ditawari berpose sensual di sebuah majalah, apakah keberatan?

Untuk saat ini sepertinya Ika tolak, fokusnya masih ingin berkarir di nyanyi dan meyelesaikan kuliah. Prinsipnya sih Ika tidak strict menolak untuk pose seperti itu. Hanya saja disesuaikan dengan kondisinya dan banyak pertimbangan lain. Misalnya, harus melihat bentuk badan, Jangan sampai pas badan lagi overweight terus kita pose, kan itu malu-maluin. Dulu pernah juga pose dengan kostum two piece di sebuah majalah cuma tidak jadi naik cetak karena terbentur Undang-Undang Anti Pornografi.

Oke, mana bagian tubuh kamu yang paling seksi?

Banyak orang bilang pinggang aku, terus ada juga yang bilang mata, bibir sampai bokong. Kalau aku sendiri sih suka sama bibirku. Memang terlihat seksi sih. (yuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: