talking, laughing, posting, sharing …

Cinta, Masih Cinta???

Sebenernya, postingan ini muncul saat memperhatikan tingkah polah dari beberapa teman dekat saya di kantor.

Teman-teman saya itu sudah menikah, cukup lama dan masuk hitungan tahun yang tidak sedikit. Anak mereka pun sudah besar, meski belum kuliah atau bekerja, tapi setidaknya bukan lagi disebut bayi ;p.. Nah, lucunya, teman-teman saya ini sedang mengalami jatuh cinta…

Lah, memangnya kenapa dengan jatuh cinta? Ya tidak kenapa-napa, hanya saja mereka sulit mendefinisikan situasi yang mereka hadapi sekarang. Mereka juga tidak bisa bilang mereka jatuh cinta, tapi gelagat dan tingkah polahnya mirip anak ABG yang baru mulai pacaran. Konyolnya lagi, mereka jatuh cinta bukan pada istri dan suaminya loh, tapi pada PIL dan WIL lain… hahhaahha… kereeen daah..

Tulisan ini jelas bukan untuk menghakimi mereka, menuduh mereka selingkuh atau apapun itu bentuknya. Tulisan ini hanya menggambarkan fenomena yang bisa terjadi pada siapa saja, baik yang sudah menikah atau sedang dalam proses pacaran, atau sedang mempersiapkan pernikahan. Konon cinta itu buta, tidak bisa memilih dan datang pada saat yang biasanya tidak tepat. Anda percaya dengan hal ini? Ya, silahkan saja kalau percaya atau tidak…

Jadi kedatangan cinta biasanya membuat para insan yang terlibat di dalamnya menjadi berbunga-bunga. Wajar kalau mereka masih ABG dan masih panjang dalam mencari pasangan hidup. Kedatangan cinta di hati mereka jelas membuat hidup penuh warna. Nah, repotnya, kalau cinta datang pada orang yang salah dan waktu yang salah. Contohnya pada diri teman-teman saya itu… gimana??

Apa yang terjadi pada teman saya itu juga mungkin dialami para pembaca sekalian, atau saya yakin, kebanyakan warga di Ibukota… Mungkin sebagian merasa perlu variasi dalam kehidupan rumah tangga mereka sehingga sedikit bermain api di luar rumah. Atau yang lainnya merasa hal itu bukan tidak boleh dilakukan selama masih tahu batasnya. Atau yang lainnya merasa perlu mendapat stimulus dengan bermain api untuk menambah gairahnya menjalani kehidupan rumah tangga bersama sang pasangan yang dirasa mulai memasuki fase membosankan. Entahlah, mungkin masih banyak seribu satu alasan lain yang akan kita dengar soal hal ini.

Saya hanya tersenyum sendiri melihat polah dari teman-teman saya itu. Di satu sisi, mereka membawa aura positifakibat dari jatuh cintanya itu. Mereka jadi gampang tersenyum, tidak stress pada kerjaan kantor yang menumpuk, sering belanja-belanji makanan dan dibagi-bagi teman sekantor dan massssiiih banyak lainnya. Namun di sisi lain tentu mereka juga seperti memakai topeng dengan kejadian itu. Mereka seakan melupakan suami/istrinya, mungkin juga sesaat melupakan sang anak, demi bisa sesaat saja berduaan dengan PIL/WIL nya …

Saya sekali lagi, hanya bisa senyum-senyum memandangi fenomena itu. Buat saya ini memang bukan wilayah saya untuk ikut campur dengan menasehati mereka. Toh, mereka sudah tahu konsekuensi akibat tindakannya itu. Tapi kok rasanya saya tidak bisa diam juga melihat “keasyikan” mereka dengan jatuh cintanya itu..Paling saya hanya bilang, “Eling anak bojo ..” sama teman saya itu ..

Hehehehe… Yah, begitulah hidup, kawan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: