talking, laughing, posting, sharing …

Minggu lalu saat menonton televisi, saya dikejutkan dengan meninggalnya salah satu tokoh otomotif Indonesia, William Soeryadjaya. Saat membaca running text di salah satu stasiun televisi itu, sejenak saya terdiam dan merenung, memutar kembali memori tentang sosok almarhum. Beberapa saat kemudian saya segera mengambil handphone, mengirimkan pesan singkat pada ayah saya dan mengabarkan berita duka tersebut!

Siapa sebenarnya William Soeryadjaya? Saya pribadi tidak pernah berttap muka langsung dengan beliau. Saya mengenal Pak William -demikian panggilannya- lewat cerita-cerita yang dituturkan oleh ayah saya. Ya, ayah saya adalah mantan pegawai Pak William, sosok pendiri PT. Astra (dulu dikenal dengan TAM-Toyota Astra Motor). Selama hampir 25 tahun ayah saya bekerja di perushaan tersebut dan dari beliaulah saya mendengar kisah-kisah humanis almarhum.

Masih ingat di benak saya, saat perayaan natal keluarga besar karyawan Multi Astra, Pak William selalu menyempatkan hadir bersama-sama seluruh karyawan dan jajaran direksi yang merayakannya. Ayah saya selalu terkagum-kagum dengan sosok almarhum yang dinilainya sebagai seorang pemimpin berjiwa besar dan rendah hati. Saat krisis otomotif mengguncang medio tahun 90-an dengan peluncuran mobil yang katanya produksi “lokal”, usaha otomotif yang dirintis pak William nyaris kolaps. Himpitan dan tekanan dari berbagai pihak seakan menjepit beliau. Kebijakan pemerintah yang dinilai “berat sebelah” membawa industri otomotif rintisan almarhum mengencangkan ikat pinggang. Imbasnya, kabarnya beliau sempat terserang sakit parah dan beristirahat sejenak dari aktivitas usahanya.

Di mata karyawannya, sosok almarhum memang membumi. Itupun terbukti dengan berdatangannya para petinggi dan orang penting negeri ini melayat ke rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Sabtu (3/4) tempat jenazah disemayamkan. Saya mendapat pesan singkat di handphone dari seorang kawan yang datang melayat yang isinya menyebutkan beberapa nama seperti Jusuf Kalla dan Ishadi (Trans Corp) menyempatkan hadir memberi penghormatan terakhir.

Selamat jalan Pak William, semoga semangat yang telah diwariskan dapat diteruskan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan penghiburan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: