talking, laughing, posting, sharing …

Masyarakat kita hidup subur dengan berbagai mitos dan isapan jempol. Tidak jarang beberapa diantaranya dibisikkan oleh orang tua kepada anak-anak gadisnya menjelang malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri. Mitos dan berbagai pandangan turun temurun itu memang tidak jelas asalnya, beberapa sudah tidak masuk diakal dan tidak sesuai dengan tema-tema kekinian.

Salah satunya adalah anggapan yang beredar di masyarakat bahwa wanita dengan vagina yang kering pada saat bersenggama dianggap lebih disukai pria dan mampu memberi kepuasan pada pasangannya. Ini membuat wanita berlomba-lomba membuat vaginanya tetap kering dengan mengkonsumsi jamu tradisional atau obat-obatan tertentu. Padahal pada kenyataannya, lubrikasi atau keluarnya cairan pada vagina justru membuat fase penetrasi menjadi hal yang menyenangkan bagi kedua pihak. Lubrikasi vagina juga membawa wanita nyaman, tidak dihantui perasaan sakit dan membuat si pria juga demikian. Meski tidak ada survey yang memastikan bahwa lubrikasi vagina akan mampu membawa kepuasan pada kedua pihak, namun setidaknya lubrikasi vagina menjadi hal yang penting dalam suatu session hubungan seksual pria dan wanita.

kekeringan, mitos atau fakta..??

Kondisi yang disebutkan dalam mitos sebagai vagina kering adalah suatu keadaan di mana lubrikasi pada vagina berkurang atau tidak ada sama sekali. Sementara vagina becek merupakan istilah yang tidak lazim digunakan secara medis dan merupakan suatu keadaan yang nomal ditemukan pada kondisi tertentu, kecuali bila cairan vagina ditemukan berlebihan dikarenakan adanya infeksi pada vagina yang biasa disebut sebagai keputihan.

Umumnya, secara alami vagina akan mengeluarkan cairan vagina secara teratur, hal ini bertujuan untuk “melumasi” dinding vagina dan juga sekaligus untuk membersihkan vagina. Pada saat terjadi rangsangan seksual, lubrikasi pada vagina akan meningkat. Hal ini bertujuan melumasi saat berhubungan intim sehingga mencegah terjadinya iritasi atau robekan vagina maupun kulit penis akibat gesekan. Lubrikasi juga membantu untuk memastikan sperma dapat mencapai sel telur (ovum) jika saat itu sedang masa subur (ovulasi).

Pada kondisi yang normal, lubrikasi vagina tergantung dari beberapa hal, misalnya siklus menstruasi. Biasanya pada saat pertengahan siklus (masa subur) atau menjelang menstruasi umumnya vagina akan terasa lebih basah. Faktor kedua yang mempengaruhi lubrikasi vagina adalah usia seorang wanita. Jika ia mengalami saat menopause (haid sudah berhenti) maka vagina biasanya akan kering atau berhenti memproduksi cairan vagina. Faktor selanjutnya adalah pengaruh obat-obatan. Penggunaan beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan vagina lebih basah atau kering.

Kimiawi Tubuh

Lalu apa sebenarnya cairan vagina itu? Mengapa dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan ketidak nyamanan dan keputihan? Cairan vagina mengandung air, piridin, skualen, urea, asam asetat, asam laktat, kompleks alkohol dan glikols, keton, and aldehid. Cairan lubrikasi biasanya jernih di mana konsistensi, tekstur, rasa, warna dan baunya tergantung dari rangsangan seksual, fase siklus menstruasi, adanya infeksi, penggunaan obat-obatan, faktor genetik dan makanan.

Sehingga pada dasarnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi lubrikasi pada vagina. Hal ini adalah hal yang lumrah dan terjadi pada kebanyakan wanita. Mungkin kondisi awal yang membuat mitos berkembang adalah yang disebut dengan keputihan. Kondisi dimana cairan vagina menjadi berlebihan dan menimbulkan bau yang pada akhirnya membuat si pasangan enggan untuk berhubungan badan dengan si wanita.

Mitos memang membuat kita hidup dalam kehati-hatian, namun adakalanya kita harus melakukan cek dan review apakah mitos tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip logis dan kesehatan yang kita anut. Jika hati kecil dan logika kita menentang mitos tersebut, ada baiknya untuk menimbang untung rugi bila kita mempercayai mitos itu. Jangan sampai kita hidup dalam ketakutan dan pemahaman yang salah tentang sesuatu hal hanya karena kita tidak melakukan cek dan review atas hal tersebut. (yuk)

Comments on: "Mitos Seputar “Kekeringan”" (2)

  1. koersani said:

    mau nanya ! saat berhubungan intim vagina istri saya sangat basah mulai dari pemanasan dan sampai masuk penis ke vagina, dlm berhubungan kira2 15 menitan vagina istri saya kering. itu normal apa tidak ? ataukah setelah istri orgasme berkali2 kmdian mengalami kekeringan vagina. gmn tu ?

    • cengrenges said:

      Halo Bung, silahkan konsultasikan dengan seksolog untuk mencari solusinya. Saya tidak berkompeten untuk menjawab hal ini. Terimakasih sudah mampir ke blog saya. Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: