talking, laughing, posting, sharing …

Pahlawan Kesiangan

Timnas Indonesia akhirnya nyungsep ke dasar kelasemen Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia setelah kalah dari Iran 1-4, Selasa 15 Oktober 2011. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya, bahkan sejak laga pertama penyisihan digelar beberapa bulan lalu. Carut marut kompetisi dan kisruh internal PSSI semakin membuat kondisi sepakbola nasional berantakan.

Pahlawan Kesiangan

Di tengah kekalahan dan hasil mengecewakan Timnas Senior, muncul pahlawan kesiangan, namanya Bambang Pamungkas. Dengan bijaksananya dia menolak jika kekalahan ini adalah sebuah kesalahan yang harus ditanggung oleh Pelatih Wim Keblinger itu. Dia lebih senang menanggungnya “bersama-sama”, persis model koruptor yang gak berani tanggung jawab, namun menyerahkan kesalahan secara kolektif, urunan, keroyokan dan bareng-bareng…

Lihat statement dari si pahlawan kesiangan ini, “Saya menolak setiap pihak menyalahkan pelatih. Ini adalah kesalahan kami semua pemain, juga Pak Djohar Arifin bersama PSSI,” kata kapten timnas itu. Nenek-nenek juga tau hal itu Mas… Gak usah buat statement sok wise gitu lah, akui saja kalian semua sebelumnya kisruh menentang keputusan dan gaya pimpinan Wim Kblinger di Timnas. Lagian sih, kalau sebuah tim itu gagal, wajar jika pelatih yang disalahkan. Dia orang paling bertanggung jawab dan mengenal tim dengan sangat dekat. Bagaimana bisa itu dibilang kesalahan kolektif??

Pemain nama Bambang Pamungkas ini memang sok wise dari dulu lah, kayaknya dia takut kehilangan sponshorship dari produk produk yang dibintanginya. Jadi, setiap ditanya media selalu kasih jawaban yang menurut dia wise kali. Padahal kalau kita lihat selalu “abu-abu” gak pernah hitam atau putih! Statement ngambang mirip tok*i di kali Ciliwung itu. Setiap pernyataannya gak pernah jelas, bilang iya seperti tidak dan sebaliknya. Prettt…

Bicara gaya mainnya di lapangan pun, maaf dikata, lembek. Sudah beda jauh sama arek Papua macam Boaz atau bahkan seniornya Kurniawan Dwi Yulianto. Kalau boleh bilang, si Mas BePe ini model striker tanggung, lari gak kenceng, nendang juga angin-anginan, menang sundulan doang yang juga angot-angotan itu bagusnya… Meh… meh…

Ya udah lah, sebaiknya buat Mas BePe, gak usah sok wise ya.. Tuding aja itu hidung Wim Kblinger sebagai biang kekalahan. Koreksi diri masing-masing, semua pemain fisiknya kedodoran akibat lama gak main bola (pada rajin main PES doang kayaknya) jadi wajar kalah.. Kita juga dah mulai belajar melupakan Timnas Senior kok, apalagi dengan membaiknya performa Timnas U-23 di ajang Sea Games..

Semoga kalian segera tergantikan oleh junior dan nama Indonesia lantang terdengar di kancah sepakbola Asia Tenggara, Asia dan bahkan lintas benua… Bravo sepakbola Indonesia … Jangan kelamaan terpuruknya, tar keburu lupa cara berdirinya.. repot dah ahh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: